"Students Today, Leaders Tomorrow": Mengapa Desainer Grafis Harus Lebih dari Sekadar Eksekutor Visual?
Dalam gelaran Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 yang berlangsung di UNESA, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menyampaikan materi krusial bertajuk "Students Today, Leaders Tomorrow". Paparan ini bukan sekadar retorika motivasi, melainkan sebuah peta jalan bagi mahasiswa untuk bertransformasi dari pelajar pasif menjadi pemimpin masa depan yang efektif. Bagi mahasiswa Desain Grafis, pesan ini membawa urgensi tersendiri: industri kreatif hari ini tidak lagi hanya membutuhkan "tangan yang terampil", melainkan "kepala yang memimpin".
Salah satu konsep menarik yang dibedah adalah Model 1:9:90 dari Medeiros dan Needham. Dalam struktur ini, hanya 1% yang berperan sebagai pencipta, pemegang kekuasaan, atau penanggung jawab utama; 9% bertindak sebagai penerjemah atau pelaksana; dan 90% sisanya adalah komunitas pengguna. Mahasiswa desain sering kali terjebak dalam zona nyaman sebagai bagian dari kelompok 9%—menjadi eksekutor visual yang hanya menerjemahkan instruksi klien tanpa memberikan nilai tambah strategis. Materi Fauzan menantang kita untuk naik kelas menuju 1% tersebut: menjadi Creative Director atau Design Strategist yang mampu mengarahkan visi, bukan sekadar mengikuti brief.
Untuk mencapai level tersebut, Fauzan menekankan lima kompetensi inti yang harus dibangun sejak dini: kecerdasan emosional, pemikiran strategis, agilitas digital, komunikasi, dan inklusivitas. Dalam konteks desain, Emotional Intelligence adalah kemampuan menerima kritik klien tanpa baper (bawa perasaan), sementara Digital Agility bukan hanya soal menguasai software terbaru, melainkan kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap disrupsi teknologi seperti AI Generatif. Selain itu, poin integritas dan transparansi yang disinggung dalam presentasi menjadi pondasi etika profesi desainer—menghormati hak cipta, menghindari plagiarisme, dan jujur dalam menyampaikan pesan visual.
Mengutip Jack Welch yang disampaikan dalam materi tersebut, "Before you are a leader, success is all about growing yourself. When you become a leader, success is all about growing others." Kalimat ini menjadi pengingat bahwa tujuan akhir pendidikan desain bukan hanya untuk memperkaya portofolio pribadi, tetapi untuk mempersiapkan diri memimpin tim kreatif di masa depan. Mahasiswa Prodi Desain Grafis diharapkan mulai hari ini melakukan transformasi mindset, membangun resiliensi mental, dan tidak hanya fokus pada estetika, tetapi juga pada dampak kepemimpinan yang bisa mereka bawa dalam setiap karya.
For more information about Graphic Design Study Program : https://terapan-desain.vokasi.unesa.ac.id/
For more information about Faculty of Vocational Studies : https://vokasi.unesa.ac.id/
For more information about Universitas Negeri Surabaya : https://www.unesa.ac.id/