Mengenal Lebih Jauh: Perbedaan Copywriter dan Content Writer
Dalam dunia digital yang dinamis, istilah seperti copywriter dan content writer seringkali terdengar serupa. Padahal, keduanya memiliki peran, tujuan, dan strategi yang berbeda. Di Program Studi D4 Desain Grafis Universitas Negeri Surabaya (UNESA), mata kuliah Copywriting dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang kedua profesi ini, sehingga mereka bisa berkolaborasi secara efektif atau bahkan memilih jalur karier yang tepat.
Memahami perbedaan antara keduanya adalah kunci untuk mengemas pesan yang terstruktur dan berdampak. Berikut adalah rincian perbedaannya:
Copywriter: Penulis yang Berorientasi pada Aksi
Seorang copywriter adalah seorang penulis yang fokus pada teks persuasif dengan tujuan menjual. Tujuannya adalah untuk mendorong pembaca melakukan tindakan segera, seperti membeli produk, mendaftar, atau mengunduh sesuatu.
Tujuan Utama: Mendorong konversi dan penjualan.
Contoh Pekerjaan:
Teks iklan media sosial (caption, headline).
Naskah iklan di media cetak atau televisi.
Slogan dan tagline merek.
Teks pada landing page dan email marketing.
Karakteristik Teks:
Singkat, padat, dan to the point.
Menggunakan kata-kata yang memicu emosi dan urgensi.
Berfokus pada manfaat produk bagi konsumen (benefit-oriented).
Content Writer: Penulis yang Berorientasi pada Nilai
Seorang content writer adalah seorang penulis yang fokus pada membuat konten informatif dan bernilai. Tujuannya adalah untuk mendidik, menghibur, dan membangun hubungan jangka panjang dengan audiens.
Tujuan Utama: Membangun kesadaran merek (brand awareness) dan loyalitas.
Contoh Pekerjaan:
Artikel blog, berita, atau panduan.
Naskah video edukatif di YouTube.
E-book dan laporan industri.
Posting media sosial yang bersifat informatif.
Karakteristik Teks:
Panjang dan mendalam.
Menjawab pertanyaan dan memberikan solusi.
Menggunakan storytelling untuk membangun koneksi.
Mengapa Perbedaan Ini Penting bagi Desainer Grafis?
Bagi mahasiswa Desain Grafis UNESA, memahami perbedaan ini memungkinkan kolaborasi yang lebih baik. Saat bekerja sama dengan seorang copywriter, Anda tahu bahwa tujuan utamanya adalah penjualan, sehingga desain visual harus mendukung narasi persuasif yang dibuat. Di sisi lain, saat berkolaborasi dengan content writer, Anda akan membuat desain yang memprioritaskan keterbacaan, kejelasan, dan penyampaian informasi yang mudah dicerna.
Dengan pemahaman ini, lulusan D4 Desain Grafis UNESA akan menjadi profesional yang lebih adaptif dan strategis. Anda tidak hanya bisa menghasilkan karya visual yang estetik, tetapi juga mampu menyelaraskannya dengan tujuan komunikasi yang tepat, baik itu untuk menjual atau membangun hubungan.