Perancangan Visual Branding Temulawak Mbah Munah
Minuman herbal tradisional merupakan warisan budaya Nusantara yang menyimpan khasiat luar biasa bagi kesehatan tubuh. Di Surabaya, tepatnya di kawasan Wonokromo, eksistensi minuman berkhasiat ini terus dijaga oleh Ibu Maimunah yang telah merintis usaha "Temulawak Mbah Munah" sejak tahun 2010. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini lahir dari dedikasi untuk menyajikan ramuan herbal berkualitas kepada masyarakat sekitar dengan mempertahankan cita rasa otentik yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Seiring berjalannya waktu, lini produk Temulawak Mbah Munah telah berkembang untuk memenuhi kebutuhan konsumen modern, menawarkan varian minuman temulawak siap minum serta bubuk temulawak instan yang praktis. Meskipun memiliki kualitas rasa dan khasiat yang tidak diragukan lagi, usaha yang telah bertahan lebih dari satu dekade ini menghadapi tantangan besar dalam hal pengemasan dan citra. Produk ini belum memiliki identitas merek yang kuat untuk bersaing di etalase pasar yang lebih luas dan modern.
Menyadari urgensi tersebut, Ahmad Fadil, mahasiswa D4 Desain Grafis Universitas Negeri Surabaya (Unesa), merumuskan perancangan visual branding yang komprehensif untuk Temulawak Mbah Munah. Tujuan utama dari perancangan ini adalah untuk mentransformasi wajah UMKM tradisional ini agar memiliki identitas merek yang jelas dan memikat. Desain yang dirancang harus mampu menyampaikan nilai historis produk namun tetap relevan dengan estetika visual masa kini.
Melalui sentuhan desain yang matang, Ahmad Fadil berhasil menciptakan sistem visual yang tidak hanya menarik tetapi juga memberikan kesan profesional. Pembaruan pada logo, tipografi, dan desain kemasan dirancang sedemikian rupa agar Temulawak Mbah Munah mudah dikenali oleh masyarakat luas. Transformasi visual ini diharapkan dapat menaikkan kelas produk dari sekadar jamu rumahan menjadi jenama minuman herbal premium yang siap menjangkau segmen pasar yang lebih tinggi.
Karya perancangan ini menjadi bukti nyata bagaimana desain grafis dapat memberdayakan ekonomi lokal melalui peningkatan daya saing produk. Dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs), proyek ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendukung ketahanan dan ekspansi UMKM. Lebih jauh, karya ini juga selaras dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan membawa inovasi branding pada sektor industri tradisional agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Designer: Ahmad Fadil
For more information about Graphic Design Study Program : https://terapan-desain.vokasi.unesa.ac.id/
For more information about Faculty of Vocational Studies : https://vokasi.unesa.ac.id/
For more information about Universitas Negeri Surabaya : https://www.unesa.ac.id/