Perancangan Identitas Visual Batik Jero di Magetan
Kisah di balik Galeri Batik Jero adalah narasi yang memikat tentang kembali ke akar budaya. Berdiri pada 26 Juli 2022 dan diresmikan langsung oleh Bupati Magetan, galeri ini didirikan oleh Anggi Putra, seorang desainer fesyen yang telah berkecimpung di industri ini sejak 2019. Memilih untuk meninggalkan hiruk-pikuk ibukota, Anggi kembali ke tanah kelahirannya di Magetan untuk menjadi pengrajin batik tulis (batik buatan tangan). Dengan mempekerjakan dua pegawai, galeri ini berfokus pada produksi kain batik tulis eksklusif yang dibuat berdasarkan pesanan (made-to-order).
Meskipun memiliki portofolio gemilang bersama desainer-desainer ternama dan kualitas karya yang tinggi, sebuah galeri butik eksklusif membutuhkan identitas yang kuat untuk membedakannya di pasar fesyen kelas atas. Untuk mewujudkan hal tersebut, Royan Al Ghifari, mahasiswa D4 Desain Grafis Universitas Negeri Surabaya (Unesa), merancang identitas visual yang utuh, elegan, dan berkarakter untuk Batik Jero. Perancangan ini mencakup pembuatan logo yang filosofis, desain kemasan yang premium, stationery, hingga tas belanja (tote bag) yang merangkum esensi perpaduan antara warisan budaya Magetan dan sentuhan fesyen modern.
Karya Royan berhasil menerjemahkan perjalanan artistik sang pendiri ke dalam sebuah sistem visual yang profesional dan berkelas. Dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs), proyek ini berkontribusi pada pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal. Selain itu, karya ini selaras dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi branding pada industri tekstil tradisional skala butik.
Designer: Royan Al Ghifari
For more information about Graphic Design Study Program : https://terapan-desain.vokasi.unesa.ac.id/
For more information about Faculty of Vocational Studies : https://vokasi.unesa.ac.id/
For more information about Universitas Negeri Surabaya : https://www.unesa.ac.id/