Perancangan Identitas Visual Applepea Bite
Kesadaran masyarakat modern akan pentingnya gaya hidup sehat turut mendorong inovasi di industri kuliner, khususnya dalam pemanfaatan bahan-bahan alami. Merespons tren positif tersebut, jenama "Applepea Bite" hadir mewarnai pasar food and beverage (F&B) lokal pada tahun 2023. Merek ini membawa angin segar dengan menawarkan produk inovatif yang mengedepankan kekayaan agrikultur Nusantara, namun dikemas dengan pendekatan yang kekinian dan menarik bagi pasar yang dinamis.
Nilai jual utama yang menjadi pembeda Applepea Bite dari produk sejenis di pasaran terletak pada penggunaan bahan baku unggulannya. Produk ini secara khusus menonjolkan identitasnya dengan menggunakan pewarna alami yang diekstrak dari bunga telang, menghasilkan palet warna biru keunguan yang unik dan aman dikonsumsi. Lebih dari itu, Applepea Bite juga memperkaya tekstur dan cita rasanya dengan tambahan variasi buah segar yang bersumber langsung dari apel hijau khas Malang.
Namun, kualitas produk yang luar biasa saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan di pasar komersial yang kian padat. Sebagai jenama yang baru saja terbentuk, Applepea Bite menyadari bahwa mereka belum memiliki "wajah" atau identitas visual yang kuat, sehingga dapat menyulitkan upaya pengenalan produk dan strategi pemasaran. Berangkat dari kebutuhan krusial ini, Alizzah Zufania Arianti, mahasiswa D4 Desain Grafis Universitas Negeri Surabaya (Unesa), mengambil peran untuk merumuskan perancangan identitas visual yang strategis.
Dalam proses perancangannya, Alizzah berfokus pada penggabungan dua elemen utama produk ke dalam sebuah desain logo yang mudah diingat. Unsur ikonik yang digunakan merupakan referensi visual langsung dari bentuk apel malang hijau dan keanggunan kelopak bunga telang. Visualisasi bentuk ini sengaja disederhanakan dengan mengambil siluet paling representatif, sehingga logo tetap dapat diidentifikasi secara optimal walau hanya ditampilkan dalam rupa grafis yang sederhana.
Karya perancangan identitas visual ini menunjukkan bagaimana desain grafis mampu mengangkat narasi produk lokal berbahan alami menjadi sebuah merek dengan daya saing tinggi. Dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), inisiatif ini sangat mendukung pencapaian SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mempromosikan pemanfaatan bahan dan pewarna alami. Selain itu, karya ini selaras dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui dukungan terhadap pertumbuhan wirausaha kuliner lokal yang inovatif.
Designer: Alizzah Zufania Arianti
For more information about Graphic Design Study Program : https://terapan-desain.vokasi.unesa.ac.id/
For more information about Faculty of Vocational Studies : https://vokasi.unesa.ac.id/
For more information about Universitas Negeri Surabaya : https://www.unesa.ac.id/